Home > MySipisis > MySipisis Pro with NoSQL Database

MySipisis Pro with NoSQL Database

Sejak tahun 1985 data bibliografis perpustakaan di Indonesia dan kebanyakan negara berkembang disimpan menggunakan flat file, non-relasional database yaitu CDS/ISIS.  Sejak tahun 1990an, Perpustakaan IPB mempelopori penggunaan CDS/ISIS dan menjadi trend setter aplikasi perpustakaan di Indonesia. Kalau ibarat politik, kala itu kunginisasi maka dunia perpustakaan di-sipisis-isasi oleh tim otomasi perpustakaan IPB. Sampai muncul anekdot, sipisis keliling nusantara menggunakan pesawat Sipisis Air.  Heleh, kembali ke database.

Berdekade-dekade (dua dekade), ISIS (CDS.ISIS) digunakan sebagai database di dunia perpustakaan dan ketika memasuki era akhir 90, mulai bermunculan database MySQL seiring dengan keilmuan komputer yang membawa RDBMS (Relational Database Management System) sebagai pakem pembuatan aplikasi yang menggunakan database. MySQL, PostgreSQL, Oracle, SQL Server, MS Access adalah beberapa dari sekian banyak RDBMS. Konsep relational dan ACID-itynya dianggap mampu mempertahankan konsistensi dan integritas data yang menjadi kiblat utama konsep relational database.

Di tahun 2009 Eric Evans mengenalkan kembali istilah NoSQL yang sebenarnya sudah muncul sejak 1998. Nampaknya ini membawa angin segar bagi dunia perpustakaan setelah CDS/ISIS ditinggal oleh pembuatnya Giampaolo Del Bigio untuk selama-lamanya (meninggal tahun 1997) dan pengembangannya mandeg. CDS/ISIS dan NoSQL mempunyai kimiripan dalam hal non-relational databasenya dan document-oriented database. NoSQL menjadi booming setelah Google menggunakan BigTable, Facebook menggunakan Cassandra, Amazon menggunakan Dynamo, Apache mengeluarkan CouchDB, dan MySIPISIS menggunakan NoSQL (yang terakhir ini bercanda).

Berikut kutipan salah satu artikel yang mendiskusikan NoSQL bakal cocok untuk digunakan sebagai pangkalan data bibliografis perpustakaan:

For decades bibliographic data has been stored in non-relational databases, and thousands of libraries in developing countries still use ISIS databases to run their OPACs. Fast forward to 2010 and the NoSQL movement has shown that non-relational databases are good enough for Google, Amazon.com and Facebook. Meanwhile, several Open Source NoSQL systems have appeared.

This paper discusses the data model of one class of NoSQL products, semistructured, document-oriented databases exemplified by Apache CouchDB and MongoDB, and why they are well-suited to collective cataloging applications. Also shown are the methods, tools, and scripts used to convert, from ISIS to CouchDB, bibliographic records of LILACS, a key Latin American and Caribbean health sciences index operated by the Pan-American Health Organization.

by Luciano G. Ramalho

Sejak kemunculan NoSQL, Sipisis sebenarnya sudah tertarik dan baru awal tahun ini melakukan experiment dan implementasi penggunaan NoSQL dalam MySIPISIS Pro. Jadi MySIPISIS Pro tersedia dalam dua versi, yakni MySQL dan NoSQL. Ke depan Sipisis juga sedang menyiapkan ASP (Application Service Provider) yang akan menyewakan MySIPISIS Pro online yang tidak membutuhkan instalasi, hardware sendiri, dan maintenance. Sipisis as a Service ini (SaaS) akan saya bahas dalam artikel berikutnya.

About these ads
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: