Archive

Archive for January, 2011

Dukungan RFID pada Aplikasi MySipisis Pro

January 20, 2011 Leave a comment

MySipisis Pro adalah aplikasi manajemen perpustakaan turunan ke-3 keluarga Sipisis setelah Sipisis Dos, Sipisis for Windows dan MySipisis (versi web). Sejak tahun 2000 hingga saat ini Sipisis terus berkembang. Perkembangan terakhir adalah dukungan MySipisis Pro pada pemindai RFID.  Dan fitur ini sudah benar-benar diujicobakan menggunakan the real RFID and it works. Rasanya MySipisis merupakan aplikasi perpustakaan pertama buatan anak bangsa yang digunakan untuk mendukng RFID. Sedikit RFID bisa dibaca di wikipedia atau di wikipedia ini.

Selain RFID, fitur lain seperti dukungan union catalog menggunakan standar Z39.50 dan OAI PMH yang memungkinkan perpustakaan-perpustakan saling bertukar data atau saling bisa menelusur dan ditelusur. Di samping banyak fitur baru lainnya.

Saya tidak membahas fitur Z39.50 atau OAI-PMH dulu, saya akan membahas cara menangani input RFID. Awalnya saya berusaha mencari dengan bantuan Om Google bagaimana cara membaca input RFID, apakah benar dugaan saya bahwa RFID itu adalah sekadar pengganti barcode dengan perbedaan pada kecepatan pemrosesannya saja. Ini artinya tidak diperlukan API atau library khusus untuk menghandle-nya.

Setelah cukup lama mencari dan menemukan hal-hal yang tidak jelas mengenai RFID, saya mencari ke YouTube. Ya, YouTube, saya mencari video cara menggunakan/memindai RFID tag. Akhirnya saya menemukan video ini.┬áDan “bang!!!”, ternyata benar, antarpindaian terdapat pemisah enter key. Dari sini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya barcode dan RFID tidak berbeda cara menangani hasil pindaiannya. Mereka hanyalah pengganti keyboard dengan perbedaan: barcode memindai satu per satu dengan jeda antarpindaian cukup lama sementara RFID dapat memindai satu per satu (juga) secara lebih cepat.

Konsekuensi dari perilaku RFID di atas, maka ketika terjadi transaksi pinjam, kembali, atau perpanjangan, 2 atau lebih buku bisa diolah (seolah) bersamaan, karena sebenarnya RFID memindai satu demi satu dengan jeda yang sangat singkat. Sebagai programmer, maka yang kita lakukan adalah bagaimana memproses input tanpa campur tangan operator dapat memproses satu demi satu input dari RFID. Sebagai analogi adalah, kalau barcode itu mengolah sebuah variable biasa (non array) sementara RFID diolah sebagai sebuah variable array atau objek collection yang berisi beberapa item. Dari sini terbayang kan how to cope with RFID.

Nah, bagi yang ingin mengimplementasikan RFID dalam aplikasinya entah itu aplikasi apapun sejenis tracking misalnya, maka RFID is just another keyboard substitution, treat this as a usual keypress event on your input box.

Advertisements